Perkuat Ekspor Pertanian untuk Kesejahteraan Petani Indonesia, Wamentan Sudaryono Ajak Diaspora di Eropa

- Pewarta

Sabtu, 22 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengajak diaspora Indonesia di Eropa untuk berperan aktif dalam memperkuat ekspor komoditas pertanian Indonesia.

Wamentan Sudaryono menyatakan pentingnya kolaborasi antara pengusaha Indonesia dan diaspora untuk membuka pasar bagi produk pertanian Indonesia ke Eropa.

Hal ini disampaikan Wementan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar dalam Forum Grup Diskusi (FGD) mengenai Peningkatan Kualitas Komoditas Pertanian dan Peternakan Indonesia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bersama dengan Pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Organisasi Pengusaha Indonesia di Belanda (OC CIDER 2025) di Jakarta, Kamis (20/2/2025).

“Saya mengajak kawan diaspora di Eropa, kita perkuatlah perdagangan luar negeri kita dan ekspor kita.”

“Presiden sangat menekankan untuk peningkatan ekspor, bagaimana ekspor itu bisa meningkatkan divisa dan juga mesejahterakan rakyat,” ujar Wamentan Sudaryono.

Wamentan Sudaryono optimistis ekspor pertanian Indonesia dapat berkembang pesat berkat sinergi antara diaspora dan pengusaha Indonesia.

Wementan Sudaryono menekankan bahwa produk pertanian Indonesia memiliki keunggulan yang jarang dimiliki negara lain.

Seperti gula aren, olahan kopi, dan biji kopi yang sangat potensial untuk pasar Eropa.

“Kalau negara seperti Vietnam, Thailand, Malaysia bisa, kenapa kita tidak bisa? Jadi sekali lagi, saya sangat yakin dan pasti bisa mengangkat kesejahteraan rakyat melalui para diaspora yang ada di negara lain.”

“Saya kira ada banyak sekali keunggulan-keunggulan produk pertanian kita, dari mulai perkebunan.”

“Kemudian dari mulai hasil olahan, apakah itu gula aren, apakah itu olahan kopi, apakah itu biji kopi, dan lain-lain sebagainya,” katanya.

Wamentan Sudaryono juga mendorong agar pengusaha luar negeri untuk bekerja sama dengan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia guna mempercepat pemerataan ekonomi.

Menurutnya, hal ini juga sekaligus mengakselerasi program hilirisasi produk pertanian nasional agar dapat memberikan nilai tambah bagi para petani.

“Dan ini adalah peluang yang besar bagi kita. Maka saya mendorong untuk diaspora Eropa ini kalau bisa melakukan business matching dengan pelaku industri UMKM yang ada di Indonesia.”

“Sehingga kita bisa ketemu antara standar tinggi Eropa dengan kemampuan pengusaha lokal kita.”

“Apakah itu dari segi packaging, apakah nambahin narasi-narasi sosial, apakah keinginan mereka apa, maksud saya kita ikut aja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wamentan Sudaryono menyatakan bahwa Kementerian Pertanian terus bekerja untuk meningkatkan produksi dalam negeri.

Melalui teknologi canggih dan mekanisasi untuk menekan kegagalan dan meningkatkan produktivitas.

Wementan Sudaryono berharap ekspor dapat membantu menciptakan citra positif terhadap petani Indonesia.

“Jadi kami mendorong untuk peningkatan ekspor melalui peningkatan produksi dalam negeri.”

“Selain memang dengan ekspor itu keren, tentu saja dengan ekspor itu saya ingin juga memberikan stigma atau menciptakan stigma baru bahwa tidak semua petani itu jelek.”

“Tidak semua petani itu susah hidupnya, dan tidak semua petani itu tua. Banyak juga yang masih muda, penuh inovasi, dan lain-lain,” tambah Wamentan Sudaryono yang juga merupakan anak petani asal Grobogan, Jawa Tengah.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat memperkuat sektor pertaniannya di pasar global.

Serta meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.***

Artikel di atas, sebelumnya telah dipublikasikan portal berita Mediaagri.com. Terima kasih

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Hutannews.com dan Mediaemiten.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media On24jam.com dan Kilasnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Haijateng.com dan Hariancirebon.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Self Reward Akhir Tahun dengan Beli Smartphone Baru, Ini Tips Memilihnya!
Apa Itu Bitcoin dan Mengapa Banyak Orang Tertarik?
24jamnews.com Dukung Promedia Satukan 1.000 Tim Jurnalis Daerah di 2025
Peringkat Utang MDKA Terjaga, Namun Proyek Emas Pani Jadi Tantangan Utama
Sayap Ganda Pertamina: Merger Pelita dan Garuda Ditimbang Panjang
Corporate Action Sebagai Senjata Emiten di Pasar Modal
Kementan Ungkap Praktik Curang Beras Premium, Registrasi Jadi Solusi Utama
Investor Asing Tunggu Kejelasan, Penutupan Smelter Nikel RI Picu Kekhawatiran

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:10 WIB

Self Reward Akhir Tahun dengan Beli Smartphone Baru, Ini Tips Memilihnya!

Jumat, 7 November 2025 - 20:23 WIB

Apa Itu Bitcoin dan Mengapa Banyak Orang Tertarik?

Rabu, 22 Oktober 2025 - 15:13 WIB

24jamnews.com Dukung Promedia Satukan 1.000 Tim Jurnalis Daerah di 2025

Selasa, 14 Oktober 2025 - 11:37 WIB

Peringkat Utang MDKA Terjaga, Namun Proyek Emas Pani Jadi Tantangan Utama

Rabu, 17 September 2025 - 11:30 WIB

Sayap Ganda Pertamina: Merger Pelita dan Garuda Ditimbang Panjang

Berita Terbaru